Nama :
Imam Maulana
NPM :
53410460
Kelas :
4IA13
Cloud Computing atau yang
biasa dikenal dengan komputasi awan, pada postingan sebelumnya telah dijelaskan
mengenai pengertian
cloud computing dan penjelasan mengenai cloud computing itu sendiri.
sebagai pengingat kembali apa itu cloud computing, sebelum kita membahas cloud
computing dalam dunia pendidikan, belum di jelaskan juga pada artikel
tentang pengertian
cloud computing sebelumnya, sebagai tambahan cloud computing dengan
terdiri dari dua kata yaitu cloud yang artinya awan memiliki metafora sebagai
internet, kemudian computing memiliki arti sebagai kegiatan computing atau
komputasi. sehingga dengan cloud computing ini kita dapat melakukan
komputasi dengan bantuan internet, sehingga kita dapat akses kapan pun dan
dimanapun, sehingga muncul layanan-layanan dalam bidang-bidang serta instansi
tertentu yang memanfaatkan cloud computing ini tidak terkecuali dalam dunia
pendidikan yang akan kita bahas di sini.
Idenya mudah saja, dalam cloud computing ini, suatu instansi atau lembaga tertentu memiliki fasilitas yang melayani para user sebagai anggota tidak hanya dalam segi informasi, namun beragam aplikasi juga dapat di akses oleh user dimanapun dengan internet. ide tersebut di implementasikan dalam dunia pendidikan sebagai jalan keluar serta alternatif untuk menyelesaikan masalah- masalah dalam dunia pendidikan seperti daya tampung terhadap jumlah siswa atau mahasiswa yang kurang memadai, kemudian kendala ekonomi bagi murid atau orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya, dan kendala kurangnya tenaga pengajar atau guru.
Solusi ini sering disebut dengan Cloud Education, dimana dengan Cloud Education ini, Siswa tiddak perlu hadir langsung ke kelas, namun cukup dengan virtual class saja, dan juga pengajar tidak terbatasi dengan tempat dan waktu. Salah satu contoh Cloud Computing dalam dunia pendidikan adalah kerjasama Microsoft dengan PesonaEdu iLearning untuk mengajarkan pendidikan tentang teknologi awan (Cloud) di Sekolah, Microsoft sebagai salah satu penyedia Cloud memiliki produk-produk yang lengkap. Dari mulai Cloud untuk infrastructure sampai Cloud untuk collaboration. Salah satu teknologi Cloud untuk collaboration yang dimiliki Microsoft adalahLive@EDU. Microsoft Live@Edu adalah sebuah teknologi kolaborasi berbasis Cloud untuk institusi pendidikan yang didalamnya terdapat e-mail, online storage, dan office web App. Dengan menggunakan live@edu, sekolah dapat memiliki e-mail dengan domain sekolah itu sendiri tanpa harus melakukan konfigurasi sendiri disisi server. Selain itu, tiap siswa akan mendapatkan e-mail dengan ukuran 10 GB, penyimpanan online dengan kapasitas 25 GB dan juga Office web app yang bisa diakses dari/ke manapun dan kapanpun tanpa harus menginstall aplikasi tertentu, cukup menggunakan web browser.
Gambaran diatas mungkin hanya merupakan gambaran umum sebagai contoh seperti yang dilakukan Microsoft, namun, tidak perlu jauh-jauh, di Indonesia dalam dunia pendidikan khususnya kini juga sudah mengedepankan aspek IT dalam mengembangkan mutu pendidikan sekolah, salah satu contohnya yaitu dengan pendaftaran online siswa baru, kemudian share informasi dan data, seperti nilai, jadwal dan kalender akademik melalui Internet dengan situs pribadi siswa sebagai anggota dalam jejaring sosial pribadi sekolah, (seperti studentsite di gunadarma), serta Vclass itu sendiri.
Idenya mudah saja, dalam cloud computing ini, suatu instansi atau lembaga tertentu memiliki fasilitas yang melayani para user sebagai anggota tidak hanya dalam segi informasi, namun beragam aplikasi juga dapat di akses oleh user dimanapun dengan internet. ide tersebut di implementasikan dalam dunia pendidikan sebagai jalan keluar serta alternatif untuk menyelesaikan masalah- masalah dalam dunia pendidikan seperti daya tampung terhadap jumlah siswa atau mahasiswa yang kurang memadai, kemudian kendala ekonomi bagi murid atau orang tua murid untuk menyekolahkan anaknya, dan kendala kurangnya tenaga pengajar atau guru.
Solusi ini sering disebut dengan Cloud Education, dimana dengan Cloud Education ini, Siswa tiddak perlu hadir langsung ke kelas, namun cukup dengan virtual class saja, dan juga pengajar tidak terbatasi dengan tempat dan waktu. Salah satu contoh Cloud Computing dalam dunia pendidikan adalah kerjasama Microsoft dengan PesonaEdu iLearning untuk mengajarkan pendidikan tentang teknologi awan (Cloud) di Sekolah, Microsoft sebagai salah satu penyedia Cloud memiliki produk-produk yang lengkap. Dari mulai Cloud untuk infrastructure sampai Cloud untuk collaboration. Salah satu teknologi Cloud untuk collaboration yang dimiliki Microsoft adalahLive@EDU. Microsoft Live@Edu adalah sebuah teknologi kolaborasi berbasis Cloud untuk institusi pendidikan yang didalamnya terdapat e-mail, online storage, dan office web App. Dengan menggunakan live@edu, sekolah dapat memiliki e-mail dengan domain sekolah itu sendiri tanpa harus melakukan konfigurasi sendiri disisi server. Selain itu, tiap siswa akan mendapatkan e-mail dengan ukuran 10 GB, penyimpanan online dengan kapasitas 25 GB dan juga Office web app yang bisa diakses dari/ke manapun dan kapanpun tanpa harus menginstall aplikasi tertentu, cukup menggunakan web browser.
Gambaran diatas mungkin hanya merupakan gambaran umum sebagai contoh seperti yang dilakukan Microsoft, namun, tidak perlu jauh-jauh, di Indonesia dalam dunia pendidikan khususnya kini juga sudah mengedepankan aspek IT dalam mengembangkan mutu pendidikan sekolah, salah satu contohnya yaitu dengan pendaftaran online siswa baru, kemudian share informasi dan data, seperti nilai, jadwal dan kalender akademik melalui Internet dengan situs pribadi siswa sebagai anggota dalam jejaring sosial pribadi sekolah, (seperti studentsite di gunadarma), serta Vclass itu sendiri.

MANFAAT UNTUK DI BIDANG PENDIDIKAN
Sering sudah kita dengar manfaat cloud computing untuk
bidang bisnis seperti mengurangi resiko investasi dan biaya IT. Apakah
tidak ada manfaatnya bagi dunia pendidikan ? tentu saja ada dan sangat luar
biasa.
Kalau kita simak di Indonesia ada 3 kendala besar di
bidang pendidikan:
1. Jumlah kursi yang tersedia atau daya tampung sekolah baik dari SD sampai
perguruan tinggi adalah sangat jauh dari kebutuhan yang ada.
2. Kemampuan ekonomi yang sangat lemah karena masih banyak keluarga yang hidup
berkekurangan sehingga tidak mampu menyekolahkan anak anak mereka di sekolah
yang bermutu.
3. Kekurangan tenaga guru yang berkwalitas.
Nah dengan cloud computing ketiga hal
tersebut akan teratasi. Dengan Cloud Education atau Cloud Campus maka siswa bisa mengikuti
pelajaran tanpa harus datang ke sekolah tetapi bisa secara remote lewat
internet. Sehingga jumlah peserta per-satu kelas bisa menjadi tidak terbatas
seperti umumnya pendidikan yang membutuhkan ruangan secara fisik.
Dengan demikian untuk masalah yang kedua
juga menjadi teratasi karena biaya penyelenggaraan pendidikan jadi jauh lebih
murah. Ditambah lagi dengan pemakaian ebook sebagai sumber pustaka
sehingga bisa diberikan secara gratis kepada para siswa. Microsoft baru saja menginvestasikan US$300
juta untuk ebook.
Cloud Computing juga memungkinkan instruktur untuk
mengajar dari jarak jauh tanpa harus hadir ke satu lokasi tertentu atau kelas
sehingga kita bisa mempunyai para instruktur berbobot dari manca negara.
Purwadhika Nusantara telah memulai hal ini semua untuk
mewujudkan masyarakat Indonesia yang berpendidikan sehingga menjadi
makmur. Kendala yang masih ada tentunya adalah jaringan internet yang
tersedia dan belum dikenal oleh masyarakat secara luas. Doakan semoga
Purwadhika Nusantara bisa mewujudkan visi dan misinya untuk Indonesia tercinta.
Kelebihan
dan Kekurangan Cloud Computing
a.Kelebihan Cloud Computing
a.Kelebihan Cloud Computing
·
Menghemat biaya investasi awal untuk
pembelian sumber daya.
·
Bisa menghemat waktu sehingga
perusahaan bisa langsung fokus ke profit dan berkembang dengan cepat.
·
Membuat operasional dan manajemen lebih
mudah karena sistem pribadi / perusahaan yang tersambung dalam satu cloud dapat
dimonitor dan diatur dengan mudah.
·
Menjadikan kolaborasi yang terpercaya dan
lebih ramping.
·
Mengehemat biaya operasional pada saat
realibilitas ingin ditingkatkan dan kritikal sistem informasi yang dibangun.
b.Kekurangan Cloud Computing
Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan back-up yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan back-up yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.
Dampak positif
1) Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan social yang sangat di butuhkan di zaman digital seperti sekarang ini.
2) Memperluas jaringan pertemanan, seseorang akan menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar diantaranya belum pernah mereka temui secara langsung.
3) Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online
4) Situs jejaring social membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati,
5) Media pertukaran data
6) Media untuk mencari informasi atau data
7) Kemudahan memperoleh informasi
Kemudahan bertransaksi dan berbisnis
dalam bidang perdagangan
1) Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan social yang sangat di butuhkan di zaman digital seperti sekarang ini.
2) Memperluas jaringan pertemanan, seseorang akan menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar diantaranya belum pernah mereka temui secara langsung.
3) Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online
4) Situs jejaring social membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati,
5) Media pertukaran data
6) Media untuk mencari informasi atau data
7) Kemudahan memperoleh informasi
Dampak Negatif jejaring sosial
1) Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung
lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to
face).
2) Dari sifat sosial yang berubah dapat mengakibatkan
perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi.
3) Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat
dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang)
4) Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang
menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani
kecanduan tersebut
Sumber :
video : http://www.youtube.com/watch?v=q9Mu1INm6KA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar