Kalau
menurut saya pribadi simulasi itu sangat penting bagi semua pekerjaannya, bukan
hanya seorang IT karena dengan menggunakan simulasi dapat memberi perkiraan apa
yang sudah dibuat oleh seseorang supaya hasilnya dapat memuaskan.
Rabu, 17 Oktober 2012
Teka-teki penyebab kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia hingga kini belum terungkap dengan pasti.
Komite Nasional Keselamatan
Transportasi (KNKT) mengaku membutuhkan 6-12 bulan untuk mengungkap rekaman
detik-detik terakhir kejadian yang dialami pesawat. Dibutuhkan waktu lama untuk
mengungkap isi kotak hitam atau dalam hal ini Cockpit Voice
Recorder (VCR) milik Sukhoi.
Namun demikian Rusia, negara pembuat
pesawat canggih tersebut tentu punya cara lain untuk menyebutkan dugaan awal
penyebab kecelakaan Sukhoi itu. Melalui peralatan canggih milik Badan
Aeronautika Rusia, sehari setelah kejadian, dilakukanlah simulasi terbang
Sukhoi Superjet 100 rute Halim Perdana Kusuma – Pelabuhan Ratu, menggunakan
simulator pesawat sejenis di pusat pelatihan pilot di Zhukovsky, tak jauh dari
Moskow.
Simulator pesawat tersebut dibuat
oleh produsen terkenal asal Perancis, Thales yang betul-betul menyamai kokpit
Sukhoi Superjet 100 yang memungkinkan pilot bisa menguasai seluk beluk atau
teknik menerbangkan pesawat itu tanpa menerbangkan pesawat aslinya. Simluator
yang diberi nama “Realitas 7” itu dilengkapi dengan Proyektor LCOS untuk
sistem visual, Electro-Hydraulic Motion dan Stasiun IOS terbaru yang sangat
ergonomis.
Harian terkemuka
Rusia Izvestia pada Jumat (11/5/2012) mengungkapkan, berbagai
kemungkinan pun diuji coba tim untuk memperoleh gambaran pasti kemungkinan
kecelakaan terjadi. Hasil dari uji coba tersebut menduga, pilot mematikan sistem
peringatan kondisi area penerbangan atau Terrain Awareness and Warning System
(TAWS) yang terpasang di kokpit Sukhoi Superjet 100.
TAWS inilah sebetulnya yang berperan
penting memberikan peringatan atau informasi kepada pilot akan tanda bahaya
atau hal yang membahayakan pesawat. Sistem ini otomatis bekerja mendeteksi
kondisi geografis yang mungkin menjadi rintangan dalam sebuah penerbangan
Sukhoi Superjet 100 tersebut. “Anda tidak bisa mengabaikan sinyal peringatan.
Jika bahaya terjadi, sistem akan menampilkan pesan peringatan,” ujar Carlo
Logli, CEO Superjet International.
Menurut Carlo, selain indikator dalam bentuk lampu merah peringatan, isyarat juga keluar dengan pesan suara. “Selain itu, sistem secara otomatis dapat mengintervensi untuk mencegah pesawat dari tabrakan,” tambahnya.
Menurut Carlo, selain indikator dalam bentuk lampu merah peringatan, isyarat juga keluar dengan pesan suara. “Selain itu, sistem secara otomatis dapat mengintervensi untuk mencegah pesawat dari tabrakan,” tambahnya.
Carlo menduga pilot pesawat telah
mematikan sistem peringatan saat musibah terjadi untuk berbicara dengan para
penumpang. Sementara ahli lain dari pusat pelatihan pilot tersebut
memperkirakan, bisa jadi pilot tidak memerhatikan sistem peringatan yang selalu
menyala di aeal perbukitan.
Lantas mengapa pilot harus memarikan
sistem alarm tanda bahaya? Jika dihubungkan dengan permintaan terakhir
pilot Alexander Yablontsev untuk turun ke ketinggian 6.000 kaki dan
izin melakukan manuver 360 derajat di atas kawasan Atang Sanjaya, kemungkinan
besar alarm dimatikan karena banyak penumpang yang masuk ke ruang kokpit untuk
menyaksikan manuver pesawat dari ruang kokpit.
Padahal sesuai aturan, tidak boleh
banyak orang di ruang kokpit karena akan memicu alarm tanda bahaya berbunyi.
Agar alarm tidak berbunyi itulah maka pilot untuk sementara mematikan sistem
alarm TAWS. Sangat mungkin usai manuver di atas Atang Sanjaya tersebut Sang
Pilot lupa menyalakan kembali sistem alarm sehingga tidak menyadari adanya
tebing di antara dua puncak Gunung Salak yang kemudian ditabraknya.
Kesimpulan
:
Jadi
munkin kenapa terjadinya kegagalan/jatohnya pesawat diakibatkan dari adanya
kesalahan simulator yang dibuat oleh manusia. Dari simulator tersebut tidak
bisa menetapkan bahwa pesawat akan selalu berhasil dan nyaman untuk terbang .dan
penyebabnya adalah karena system alarm tidak berfungsi. Itu saja yang saya
ketahui.
Sumber :
http://www.sainsindonesia.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=151:betulkah-matinya-sistem-alarm-penyebab-jatuhnya-sukhoi&catid=22&Itemid=127
Rabu, 03 Oktober 2012
PEMANFAATAN SIMULASI MODELING DAN GRAFIK DI BIDANG INDUSTRI
Penjelasan
:
Simulasi dan Modeling adalah sebuah
teknik gambaran percobaan sesuatu proses kejadian yang akan nyata. Simulasi
dapat memperkirakan dampak dari suatu keputusan yang diambil.
Simulasi Memiliki manfaat, yaitu :
1.
Sistem nyata sulit diamati secara
langsung
2.
Solusi
analitik susah dikembangkan, karena sistem tersebut sangat kompleks
3.
Pengamatan sistem secara langsung tidak memungkinkan, jika :
a.
Sangat mahal
b. Butuh waktu lama
c.
Bias merusak sistem yang sedang
berjalan
Simulasi Memiliki Tujuan yaitu :
·
Untuk mempelajari perilaku sistem
·
Mengembangkan pengertian mengenai interaksi bagian-bagian dari sebuah
sistem, dan pengertian mengenai
sistem secara keseluruhan.
·
Untuk pelatihan / training
· Untuk hiburan /
permainan
Adapun Keuntungan
dan Kekurangan dari Simulasi tersebut
Keuntungan
:
1. Menghemat waktu
2. Mudah diperbanyak
3. Dapat dihentikan dan dijalankan kembali
4. Bisa ngoreksi kesalahan-kesalahan
5. Dapat mengawasi sumber yang bervariasi
6. Bisa melebar-luaskan waktu
Kekurangan :
1. Simulasi tidak akurat
2. Apabila model simulasi yang dibuat baik bias jadi harganya
mahal
3. Tidak semua waktu bbisa dievaluasi simulasi
4. Simulasi menghasilkan cara
untuk mengevaluasi solusi
SUMBER :
Langganan:
Postingan (Atom)